<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731</id><updated>2012-02-16T12:38:45.694-08:00</updated><title type='text'>AL-KHOWARIZMI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>12</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-4203829376602921214</id><published>2009-01-12T00:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-12T01:08:04.722-08:00</updated><title type='text'>REFLEKSI TUGAS KULIAH AKHIR</title><content type='html'>pembelajaran matematika SD yang berlangsung selama satu semester banyak memberikan ilmu dan pengalaman baru.&lt;br /&gt;matematika merupakan ilmu pasti, dimana dalam kajiannya tidakm leasdengan ketentuan alam. seperti yang dipaparkan dalam kuliah bahwasannya dalam belajar matematika terkait dengan hablum min Allah wa hablum minanaas. dimana manusia tidak dapat lepasdari kekuasaan Allah.&lt;br /&gt;jika diliha dari para bola terbalik yang urutannya mulaipaling atas saapai bawah yaitu trsendental/good, phylosopy of life, phylosopy of mathematics, ways of thingking, mathematics, physical deminition oflife, dan physical demintion of non life. dapat dimengerti bahwa bagaimana seseorang itu belajr matematik dia akan selalu mencari dari mana asal matematik itu, karena sudah kodratnya manusia itu tidak bisa jika hanya hidup seorang diri. oleh karena dalam pembelajaran matematik diperlukannya ceramah untuk mengeluarkan ide-ide matematik baik dberada diawal, ditengan atau diakhir pembelajaran, kemudian setelah adanya ceramah maka timbul diskusi damana ini penting untuk mencari kebenaran matematika terutama siswa mareka perlu diskusi dengan gurunya untuk mencari kesulitan belajarnya tau mreka dapat berdiskusi denga orang lain yang kiranya menguasai dan paham tentang matematika. kemudian stelah mneemukan apayang diharapkan maka dipraktekka dalampembelajaran matematika dari segi teori baik di kelas maupun diluarkelas guna menyelaesaikan masalah, kemudian setelah adanya paraktek maka perlu adany konsolidasi dan praktek sesuai dengan kemampuannya secara bergiliran, yang kemudian aka menemukan pemecahan masalahnya jika telah melakukan paraktek sesuai dengan kemamapuanya yang kemudaian akan diterapkan akan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sebagai implementasi dan hasil belajar. oleh karena itu, pembelajaran matematik maeliputi dimensi ruang dan dan waktu yang membentuk garis horisontal dan vertikal, bagaiman siswa belajar mateatik/ dimana siswa belajar matemayika, dengan lingkungan yang bagaimana siswa belajar, guru nya sispa?dimana dia belajar? dan lain sebagaina, kemudian kapan siswa belajar? mur berapa siswa belajar matematika dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;pembelajaran matematika berjalan sesuai dengan kehidupan manusia dimana manusia hidup adalah menerjemahkan dan ditertemahkan . matematika bersifat komplek dapat diterapkan disegala bidang baik dalam bidang sosial, ekonomi. politik, dan agama.&lt;br /&gt;dalam pembelajaran matematika SD harus banayak perubahan sebagai bentuk inovasi pembelajarn matematika SD, yang dapat memberikan manfaat bagi siswa, pembelajaran di Sd bersifat kontekstual, begitu pula nilai-nilaimatematika yang ditanamkan guru kepada siswa adalah dengan cara kontekstual.&lt;br /&gt;segala sesuatu kegiatan dalammatematika SD di sesuai kan dengan MGMP, pembelajarannya memerlukan alat perga sebagai bntuk kreativitas dari guru sbagai upaya untu memahamkan sisea dalam proses pembelajar. kemampuan refleksi pada anak Sd adalah kemmapauan tertinggi dalam belajar, sedangkan kemampaun tertinggi dalam matematika adalah membuat keputusan.&lt;br /&gt;kemmapauan anak SD atau siswa tidak dapat dipasakan untuk untuk memenuhi standar yang ditetapkan karena akan memaksakan kemampuan anak. namun pada prakteknya kemampuaan sisws diukur dengan nilai USBN yang telah ditentukan sebagai tanda kelulusan.&lt;br /&gt;nama: laelatul badriyah&lt;br /&gt;nim: 07712259062&lt;br /&gt;prodi: dikdas PGMI&lt;br /&gt;smt: III&lt;br /&gt;mata kuliha: pembelajaran matematika SD&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-4203829376602921214?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/4203829376602921214/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=4203829376602921214' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/4203829376602921214'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/4203829376602921214'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2009/01/refleksi-tugas-kuliah-akhir.html' title='REFLEKSI TUGAS KULIAH AKHIR'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-6488318963694943634</id><published>2009-01-06T00:14:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T00:20:34.489-08:00</updated><title type='text'>Makalah Pembelajaran Matematika SD</title><content type='html'>Pembelajaran Matematika SD dengan Strategi Pemecahan masalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="1" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Hakikat &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;strategi pembealajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Salah satu cara untuk meningkatkan keefektifan pembelajaran di sekolah adalah memilih atau menetapkan strategi pembelajaran yang resmi dengan kondisi yang diprediksi dapat mempengaruhi hasil belajaran yang akan dicapai oleh siswa. Agar hal ini tercapai guru harus memiliki kemauan dan kemampuan yang memadai untuk mengembangkan atau menetapkan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kondisi pengajaran, seperti karakteristik siswa yang diajar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kata strategi berasal dari kata &lt;i&gt;Strategos&lt;/i&gt; (Yunani) atau &lt;i&gt;Strategus&lt;/i&gt;. Strategos berarti jenderal atai berarti pula perwira Negara (state officer). Jenderal inilah yang bertanggungjawab merencanakan suatu strategi dan mengarahkan pasukannya untuk mencapai kemenangan (Dedikbud; 1999: 40)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Strategi diartikan sebagai &lt;i&gt;a plan, method, or series of actifities designed to achieves a particular educational goal&lt;/i&gt; (J.R. David, 1976) Pengertian Strategi pembelajaran cukup beragam walaupun pada dasarnya sama. Joni (1983) berpendapat bahwa yang dimaksud strategi adalah suatu prosedur yang digunakan untuk memberikan suasana yang konduktif kepada siswa dalam rangka mencapai tujuan pembelajaran. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Secara spesifik Sherly (1987) merumuskan pengertian strategi sebagai keputusan-keputusan bertindak yang diarahkan dan keseluruhannya diperlukan untuk mencapai tujuan (Dekdkbud, 1999;40) Dengan demikina strategi pembelajaran dapat diartikan sebagai perencanaan yang berisi tentang rangkaian kegiatan yang didesaian untuk mencapai tujuan pendidikan tertentu (Wina Sanjaya, 2008;126)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Dari pengertian diatas, ada dua hal yang perlu dicermati. &lt;i&gt;Pertama, &lt;/i&gt;setrategi pembelajaran merupakan rencana tindakan (rangkaian kegiatan) termasuk penggunaan metode dan pemamnfaatan sumber daya atau kekuatan dalam pembelajaran. &lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt; strategi disusun untuk mencapai tujuan tertentu, artinya arah tujuan dari penyusunan langkah-langkah strategi adalah pencapaian tujuan. Oleh sebab itu sebelum menentukan strategi, perlu dirumuskan tujuan yang jelas yang dapat diukur keberhasilannya, sebab tujuan adalah roh dari implementasi strategi (Wina Sanjaya, 2008;126)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Kemp (1995) menjelaskan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu kegitan pembelajaran yang harus dikerjakan guru dan siswa agar tujuan pembelajaran dapat dicapai secara efektif dan efisien. Dick and Carey (1985) menyebutkan bahwa strategi pembelajaran adalah suatu set materi dan prosedur pembelajaran yang digunakan secara bersama-sama untuk menimbulkan hasi belajar pada siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Strategi belajar-mengajar adalah cara-cara yang dipilih untuk menyampaikan materi pelajaran dalam lingkungan pengajaran tertentu, yang meliputi sifat, lingkup dan urutan kegiatan yang dapat memberikan pengalaman belajar kepada siswa &lt;i&gt;(Gerlach dan Ely)&lt;/i&gt;. Strategi belajar-mengajar tidak hanya terbatas pada prosedur kegiatan, melainkan juga termasuk di dalamnya materi atau paket pengajarannya &lt;i&gt;(Dick dan Carey)&lt;/i&gt;. Strategi belajar-mengajar terdiri atas semua komponen materi pengajaran dan prosedur yang akan digunakan untuk membantu siswa mencapai tujuan pengajaran tertentu dengan kata lain strategi belajar-mengajar juga merupakan pemilihan jenis latihan tertentu yang cocok dengan tujuan yang akan dicapai &lt;i&gt;(Gropper).&lt;/i&gt; Tiap tingkah laku yang harus dipelajari perlu dipraktekkan. Karena setiap materi dan tujuan pengajaran berbeda satu sama lain, maka jenis kegiatan yang harus dipraktekkan oleh siswa memerlukan persyaratan yang berbeda pula.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut Gropper sesuai dengan Ely bahwa perlu adanya kaitan antara strategi belajar mengajar dengan tujuan pengajaran, agar diperoleh langkah-langkah kegiatan belajar-mengajar yang efektif dan efisien. Ia mengatakan bahwa strategi belajar-mengajar ialah suatu rencana untuk pencapaian tujuan. Strategi belajar-mengajar terdiri dari metode dan teknik (prosedur) yang akan menjamin siswa betul-betul akan mencapai tujuan, strategi lebih luas daripada metode atau teknik pengajaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Titik tolak untuk penentuan strategi belajar-mengajar tersebut adalah perumusan tujuan pengajaran secara jelas. Agar siswa dapat melaksanakan kegiatan belajar-mengajar secara optimal, selanjutnya guru harus memikirkan pertanyaan berikut: “Strategi manakah yang paling efektif dan efisien untuk membantu tiap siswa dalam pencapaian tujuan yang telah dirumuskan?” Pertanyaan ini sangat sederhana namun sukar untuk dijawab, karena tiap siswa mempunyai kemampuan yang berbeda. Tetapi strategi memang harus dipilih untuk membantu siswa mencapai tujuan secara efektif dan produktif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="2" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pertimbangan      pemilihan strategi pembelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pembelajaran pada dasarnya adalah proses penambahan informasi dan kemampan baru. Ketika kita berfikir informasi dan kemampuan yang akan di miliki siswa, maka secara otomatis akan berfikir strategi apa yang akan diberikan kepada siswa, agar dapat tercapai sesuai dengan tujuan belajar secara efektif dan efisien.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Oleh karena itu, sebelum menentukan strategi pembelajaran yang dapat digunakan, ada bebrapa pertimbnagan yang harus diperhatikan, yaitu; pertimbangan dengan tujuan yang ingin dicapai, pertimbangan yang berhubungan dengan bahan atau materi pembelajaran, pertimbangan dari sudut siswa, dan pertimbngan lain yang dapat dipertimbangankan (Wina Sanjaya, 2008;130)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="3" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Prinsip-prinsip      penggunaan strategi pembelajaran&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Prinsip umum dalam penggunaan strategi pembelajaran adalah bahwa tidak semua strategi pembelajaran cocok digunakan untuk mencapai semua tujuan dan semua keadaan. Setiap strategi memiliki kekhasan tersendiri yang berbeda a&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;n&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;tara strategi satu dengan yang lain. Hal ini seperti dikemukakan oleh Klien (1998); &lt;i&gt;no teaching strategy is better thanother In allircumtanse, so you have to be able use a variety of teaching strategies, and make rational decisions about when each of the teaching strategies is likely to most effective.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Bahawa seorang guru harus mampu memilih strategi yang dianggap cocok dengan keadaan. Oleh sebab itu, guru harus memahami prinsip-prinsip pembelajaran sebgai berikut; berorientasi pada tujuan, integritas, interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, dan motivasi (Wina Sanjaya, 2008;131-135)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol style="margin-top: 0cm;" start="4" type="a"&gt;&lt;li class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Strategi pembelajaran pemecahan masalah&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Menurut petunjuk pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di sekolah, bahwa penerapan strategi yang dipilih dalam pengajaran matematika haruslah bertumpu pada dua hal, yaitu optimalisasi semua unsur pembelajaran, serta optimalisasi keterlibatan seluruh indra siswa(Tim MKBM:2001;60)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Pemecahan masalah adalah proses yang ditempuh oleh seseorang untuk menyelesaikan masalah yang dihadapinya sampai masalah itu tidak lagi menjadi masalah baginya. Suatu model yang dapat dijadikan dasar untuk proses pemecahan masalah adalah model empat tahap yang diusulkan oleh George Polya dalam Hudoyo (1988), yaitu; memahami masalah, membuat rencana untuk menyelesaikan masalah, maksanakan rencana yang dibuat pada langkah kedua, dan memeriksa ulang jawaban yang diperoleh (Nyimas Aisyah, dkk, 2007;5-10) .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;1)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Konsep dasar dan karakteristik Strategi Pembelajaran Masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Diartikan sebagai rangkaian aktifitas pembelajaran yang menekankan pada proses penyelesaian masalah yang dihadapi secara ilmiah. Terdapat tiga ciri utama yaitu; &lt;i&gt;pertama&lt;/i&gt;, merupakan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;rangkaian aktivitas pembelajaran artinya dalam implementasinya ada sejumlah kegiatan yang harus dilakukan siswa, &lt;i&gt;kedua,&lt;/i&gt; aktivitas pembelajaran diarahkan untuk menyelesaikan masalah, yang menempatkan masalah sebagai kunci dari proses pembelajaran, &lt;i&gt;ketiga,&lt;/i&gt; pemecahan masalah menggunakan pendekatan berfikir secara ilmiah (Wina Sanjaya, 2008; 114-115). Strategi pemecahan masalah dapat diterapkan:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Manakalah guru mengharapkan agar siswa tidak hanya sekedar dapat mengingat materi pelajaran, tetapi menguasai dan memahami secara penuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apabila guru bermaksud untuk mengembangkan keterampilan berfikir rasional siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Manakalah guru menginginkan kemampuan siswa untuk memecahkan masalah serta membuat tantangan intelektual siswa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika guru menginginkan mendorong siswa untuk lebih bertanggungjawab dalam belajarnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika guru ingin agar siswa memahami hubungan antara apa yang dipelajari dengan kenyataan dalam kehidupanya (hubungan antara teori dengan kenyataan)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Hakikat masalah dalam strategi pembelajaran masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menurut &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;Wina Sanjaya &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;2008&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;), Hakikat masalah dalam strategi pembelajaran pemecahan masalah adalah &lt;i&gt;gap&lt;/i&gt; atau kesenjangan antara situasi nyata dan kondisi yang diharapkan, atau antara kenyataan yang terjadi dengan apa yang diharapkan. Oleh karena itu, materi atau topik tidak terbatas pada materi pelajaran yang bersumber dari buku saja, akan tetapi dapat pla bersumbe dari peristiwa-peristiwa yang terjadi yang sesuai dengan kurikulum yang berlaku. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Kriteria pemilihan bahan pelajaran dalam strategi pembelajaran masalah;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bahan pelajaran harus mengandung isu-isu yang mengandung konflik &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bahan yang dipilih adalah bahan yang familiar dengn siswa, sehingga siswa dapat mengikutinya dengan baik&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bahan ysng dipilih merupakan bahan yang berhubungan dengan kepentingan orang banyak, sehingga terasa bermanfaat.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bahan yang dipilih merupakan bahan yang mendukung tujuan atau kompetensi yang harus dimiliki oleh siswa sesuai dengan kirikulum&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bahan yang dipilih sesuai dengan miniat siswa sehinggga setiap siswa merasa perlu mempelajarinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Macam-macam strategi pemecahan masalah matematika&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Menurut Reys (1978) dan buku pengembangan pembelajaran matematika SD&lt;span style="" lang="IN"&gt;,&lt;/span&gt; disebutkan beberapa macam strategi pemecahan masalah yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Beraksi&lt;i&gt; (Act It Out)&lt;/i&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi ini menuntut untuk melihat apa yang ada dalam masalah dan membuat hubungan antar komponen dalam masalah menjadi jelas melalui serangkaian saksi fisik atau manipulasi objek. Penggunaan manipulasi objek agar hubungan antar komponen dalam permasalahan menjadi jelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membuat gambar atau diagram &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi ini digunakan untuk menyederhanakan masalah dan memperjelas hubungan yang ada. Untuk membuat gambar atau diagram ini, tidak perlu membuatnya detail tetapi cukup yang berhubungan dengan permasalahan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mencari pola&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada prinsipnya, strategi mencari pola ini sudah dikenal sejak di Sekolah Dasar. Untuk memudahkan memahami permasalahan, siswa sering kali diminta untuk membuat tabel dan kemudian menggunakannya untuk menemukan pola yang relevan dengan permasalahan yang ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Membuat tabel&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi ini ini membantu mempermudah siswa untuk melihat pola dan memperjelas informasi yang hilang. Dengan kata lain strategi ini sangat membantu dalam mengklasifikasikan dan menyusun informasi atau data dalam jumlah besar. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;e.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menghitung semua kemungkinan secara sistematis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi ini sering digunakan bersama-sama dengan strategi mencari pola dan membuat tabel, karena kadang kala tidak mungkin untuk mengidentifikasi seluruh kemungkinan himpunan penyelesaian. Dalam kondisi demikian, dapat menyederhakan dengan mengkategorikan semua kemungkinan kedalam beberapa bagian. Namun, jika memungkinkan kadang-kadang perlu mengecek atau menghitung semua kemungkinan jawaban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;f.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menebak dan menguji&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi menebak yang terdidik ini didasarkan pada aspek-aspek yang relevan dengan permasalahan yang ada, ditambah pengetahuan dari pengalaman sebelumnya. Hasil tebakan tentu saja harus diuji kebenaranya serta diikuti oleh sejumlah alasan yang logis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;g.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bekerja mundur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi ini sangat cocok untuk menjawab permasalahan yang menyajikan kondisi atau hasil akhir dan menayakan sesuatu yang terjadi sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;h.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengidentifikasi informasi yang didinginkan, diberikan, dan diperlukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi ini membentu menyortir informasi dan memberi pengalaman dalam merumuskan pengalaman. Dalam hal ini perlu menentukan permasalahan yang akan dijawab, menyortir informasi-informasi penting untuk menjawabnya, dan memilih langkah-langkah penyelesaian yang sesuai dengan soal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;i.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menulis kalimat terbuka &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi ini dapat melihat hubungan antara informasi yang diberikan dan yang dicari. Untuk menyederhanakan permasalahan, dapat menggunkan variabel-veriabel sebagai pengganti kalimat dalam soal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;j.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;        &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menyelesaikan masalah yang lebih sederhana atau serupa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Suatu masalah yang rumit dapat diselesaikan dengan cara menyelesaikan masalah yang serupa tetapi lebih sederhana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;k.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengubah pandangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Strategi ini dapat digunakan setelah beberapa strategi lain telah dicoba tanpa ada hasilnya &lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;(Nyimas Aisyah, dkk, 2007;&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;11&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;-1&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;6&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="IN"&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 27pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Jika diperhatikan secara seksama antara strategi satu dengan yang lainya adalah selalu berkaitan dan berhubungan dalam menyelesaikan pemecahan masalah matematika. Bahkan dalam satu soal pemecahan masalah matematika dapa menggunakan lebih dari satu strategi. Untuk memilih strategi manakah yang paling tepat digunakan untuk memecahkan&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;suatu permasalahan, diperlukan suatu keterampilan dan langkah-langkah secara rinci.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;5)&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Langkah-langkah strategi pemecahan masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Di dalam pembelajaran matematika, terutama tentang pembelajaran pemecahan masalah, ada seorang tokoh yang sangat dikenal, yakni Georg Polya. Polya menyarankan model 4 langkah pemecahan masalah sebagai strategi umum yang perlu dilakukan dalam pembelajaran melalui pemecahan masalah. &lt;/span&gt;Keempat langkah itu adalah:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Memahami masalahnya&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menyusun rencana yang bisa dipakai untuk memecahkan masalah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menjalankan rencana&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Melihat kembali atau melakukan refleksi terhadap selesaian yang diperoleh.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Di kelas, empat langkah ini dikenal nama macam-macam, antara lain: “SEE – PLAN – DO – CHECK” atau “KENALI – SUSUN RENCANA – LAKUKAN – PERIKSA KEMBALI”. Kemampuan pemecahan masalah ini akan terbantu perkembangannya kalau dalam diri siswa dipenuhi dengan berbagai macam strategi pemecahan masalah (Usaid;2006). &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Secara garis besar langkah-langkah stratrgi pemecahan masalah masalah mengacu pada empat tahap pemecahan masalah yang diusulkan oleh Geoege Polya, yaitu:&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;a.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Memahami masalah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada langkah ini, kegiatan pemecahan masalah diarahkan untuk membantu siswa menetapkan apa yang diketahui pada permasalah dan apa yang ditanyakan. Beberapa pertanyaan yang perlu dimunculkan kepada siswa untuk membantunya dalam memahami masalah. Pertanyaan-pertanyaan tersebut, antara lain;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apakah yang diketahui dari soal?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apakah yang ditanyakan soal?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Apa saja informasi yang diperlukan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Bagaimana akan menyelesaikan soal?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;b.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Membuat rencana untuk menyelesaikan masalah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;Pada langkah ini, siswa diarahkan untuk dapat mengidentifikasi strategi-strategi pemecahan masalah yang sesuai untuk memecahkan masalah. Dalam mengidentifikasi strategi-pemecahan masalah ini, hal yang paling penting untuk diperhatikan adalah apakah strategi tersebut&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;berkaitan dengan masalah yang akan dipecahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;c.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Melaksanakan penyelesaian soal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Siswa diarahkan menyelesaikan soal sesuai dengan yang telah direncanakan. Pada langkah ini kemampuan siswa dalam memahami substansi dan keterampilan siswa dalam melakukan perhitungan matematika akan sangat membantu siswa dalam melaksanakan langkah kedua ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;d.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Memeriksa ulang jawaban yang diperoleh &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Pada langkah ini penting dilakukan untuk mengecek apakah hasil yang diperoleh sudah sesuai dengan ketentuan dan tidak terjadi kontradiksi dengan yang ditanya. Pada tahap ini ada empat langkah penting yang dapat dijadikan pedoman untuk melaksanakan langkah ini;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mencocokan hasil yang diperoleh dengan hal yang ditanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Menginterpretasikan jawaban yang diperoleh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt;Mengidentifikasi adakah cara lain untuk mendapatkan penyelesaian masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengidentifikasi adakah jawaban atau hasil lain yang memenuhi&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: 36pt;"&gt;John Dewey seorang ahli pendidikan berkebangsaan amerika yang dikutip Wina Sanjaya (2006:217) menjelaskan 6 langkah strategi pembelajaran bebasis masalah yang kemudian dinamakan metode pemecahan masalah &lt;i&gt;(Problem Solving)&lt;/i&gt;, yaitu;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merumuskan masalah, yaitu langkah siswa dalam menentukan masalah yang akan dipecahkan.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Menganalisis masalah, yaitu langkah siswa meninjau masalah secara kritis dari berbagai sudut pandang&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merumuskan hipotesis, yaitu langkah siswa merumuskan bebagai kemungkinan pemecahan yang sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Mengumpulkan data, yaitu langkah siswa mencari dan menggambarkan informasi yang diperlukan untuk pemecahan masalah&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengujian hipotesis, yaitu langkah siswa mengembil atau merumuskan kesimpulan sesuai dengan penerimaan dan penolakan hipotesis yang diajukan&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Merumuskan rekomendasi pemecahan masalah, yaitu langkah siswa menggambarkan rekomendasi yang dapat dilakukan sesuai rumusan hasil pengujian hipotesis dan rumusan kesimpulan&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;Referensi&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;  &lt;/p&gt;&lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;Depdikbud, (1999), Strategi Belajar Mengajar, Departemen pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Proyek Pendidikan Guru Sekolah Dasar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;_________, (2006), Panduan Pembalajaran untuk SD/SM, SMP/MTs/SMA/MA, Jakarta &lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;Heruman, (2007), Model Pembelajaran Matematika Di Sekolah Dasar, Pt. Rosda Karya Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;" class="MsoNoSpacing"&gt;Inisiasi Pengembangan Matematika SD, Teori Belajar Bruner,&lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;&lt;a href="http://www.depdiknas.go.id/"&gt;&lt;span style="color: windowtext; font-weight: normal; text-decoration: none;"&gt;www.depdiknas.go.id&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;Nana Sudjana, 1986, Dasar-dasar Proses Belajar Mengajar, Sinar baru Algasindo, Bandung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;" class="MsoNoSpacing"&gt;Tim MKPBM Jurusan Matematika, (2001), Strategi Pembelajaran Matematika Kontemporer, &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;JICA-UPI: Bandung &lt;/p&gt;  &lt;p style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;" class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong&gt;Wina Sanjaya, (2006), &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Strategi Pembelajaran Berorientasi Standar ProsesPendidikan, Kencana, Predana Media Group Jakarta&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNoSpacing"&gt;&lt;strong style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;Zaenurie, Artikel Cara Sesorang Mendapat Pengetahuan Dan Implikasinya Terhadap Pembeklajaran Matematika, 26 Oktober&lt;/strong&gt;&lt;strong style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt; 2007,&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;b style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;&lt;span style="" lang="SV"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-weight: normal;" lang="SV"&gt;&lt;span style="font-weight: bold; font-style: italic; font-family: times new roman;"&gt;/Www.Depdiknas.Go.Id&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-6488318963694943634?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/6488318963694943634/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=6488318963694943634' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/6488318963694943634'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/6488318963694943634'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2009/01/makalah-pembelajaran-matematika-sd.html' title='Makalah Pembelajaran Matematika SD'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-2617439349629469544</id><published>2009-01-06T00:02:00.000-08:00</published><updated>2009-01-06T00:07:03.671-08:00</updated><title type='text'>pemecahan masalah</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;assalamu'alaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;bapak maaf saya mau tanya&lt;br /&gt;1.bagaimana cara membuat RRP pemecahan masalah matematika untuk SD kelas IV?tolong saya diberi contohnya.&lt;br /&gt;2. bagamana cara yang benar untuk menerapkan strategi pemecahan masalah pada materi pecahan kelas IV?&lt;br /&gt;3.bagaiman langkah-langkahnya?&lt;br /&gt;bapak saya memerlukannya untuk instrumen penelitian saya trimakasih&lt;br /&gt;trimakasih bapak.&lt;br /&gt;wassalamu'alaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;lailatul badriyah dikdas PGMI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-2617439349629469544?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/2617439349629469544/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=2617439349629469544' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/2617439349629469544'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/2617439349629469544'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2009/01/pemecahan-masalah.html' title='pemecahan masalah'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-5856273571532152357</id><published>2009-01-05T23:59:00.001-08:00</published><updated>2009-01-06T00:01:06.964-08:00</updated><title type='text'>Metode pembelajaran matematika</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 11.5pt; line-height: 115%; color: rgb(51, 51, 51);"&gt;Pembelajaran matematika sekolah adalah pembelajaran yang mengacu pada ketiga fungsi mata pelajaran matematika, yaitu sebagai alat, pola pikir, dan ilmu atau pengetahuan. Dua hal penting yang merupakan bagian dari tujuan pembelajaran matematika di SMA menurut Suherman (2001: 60) adalah pembentukan sifat dengan berpikir kritis dan kreatif. Dengan berlandaskan kepada prinsip pembelajaran matematika yang tidak sekedar learning to know, melainkan juga harus meliputi learning to do, learning to be, hingga learning to live together, maka pembelajaran matematika harus bersandarkan pada pemikiran bahwa peserta didik harus belajar dan semestinya dilakukan secara komperhensif dan terpadu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode mengajar matematika adalah suatu cara atau teknik yang disusun secara sistematik dan logic ditinjau dari segi hakikat matematika dan segi psikologinya. Penyelesaian masalah dalam matematika selalu menggunkan metode deduktif. Penalarannya &lt;i&gt;adalah&lt;/i&gt; logic-deduktif yang pada dasarnya mengandung kalimat “jika……,maka…………”. Suatu kebenaran matematika dikembangkan berdasarkan alas an logic. Model terbaik untuk berfikir matematikayaitu memanfatkan logika simbulik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode mengajar ditinjau dari segi psikologik ini erat hubungannya dengan jawaban pertanyaan kurikulum “kepada siapa” matematika itu diajarkan.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Terdapat beberapa macam metode mengajar yang dapat digunakan dalam mengajarkan matematika, bergantung kepada siapa yang belajar matematia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode ekspositori&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode ini merupakan suatu cara untuk menyamapaiakan ide/gagasan atau meberikan informasi dengan lisan atau tulisan. Pada umumnya metode ini berlangsung satu arah, pengajaran ide/gagasan atau informasi dan pserta didik menerimanya. Materi pengajaran sudah disusun oleh pengajaran secara sistematik dan hierarkis namun bermakna (istilah Ausubel)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode penemuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode ini merupakan suatu cara untuk menyampaiakan ide/gagasan melalui proses menemukan. Peserta didik menemukan sendiri pola-pola dan struktur matematika melalui sederetan pengalaman belajar yang lampau. Keteranga-keterangan yng harus dipelajari peserta didik tidak disajikan dalam bentuk final,peserta didik diwajibkan melakukan aktivitas mental sebelumketerangan yang dipelajari itu dapat dipahami.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; text-indent: -18pt; font-family: verdana;"&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style="font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; font-size: 7pt; line-height: normal; font-size-adjust: none; font-stretch: normal;"&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode laboratorium&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Matode laboratorium ini sebagai tempat untuk menemukan fakta-fakta matematika. Prinsip metode laboratorium adalah peserta didik belajar sambil bekerja, belajar sambil mengobservasi, danmemulai dari yang konkrit ke yang abstrak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;Metode laboratorium ini sejalan dengan metode induktif bahkan merupakan perluasan dari metode induktif. Peserta didik belajar dengan objek-objek yang kemudian digeneralisasikan. Metode ini khusus untuk mengabaikan keabstrakan hakikat matematika. Namun dapat menarik minat peserta didik terhadap matematika yang abstrak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%;"&gt;&lt;span style=""&gt;           &lt;/span&gt;Selain matode pemebalajaran matematika di atas terdapat beberapa metode lain diantaranya yaitu metode ceramah, demonstrasi, metode latihan/drill, metode permaianan, metode pemberian tugas dan lain sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Seorang guru sebelum melakukan kegiatan pembelajaran di kelas, maka tentu guru harus menyusun rencana pembelajaran terlebih dahulu. Renana pembelajaran yang dirancang Renana pembelajaran yang dirancang merupakan arahan bagi guru dalam melaksanakan proses pemebalajaran matematika yang efektif dan efisien dalam rangka mencapai hasil belajara yang maksimal. Rencana pembelajaran merupakan rencana kegiatan opersaional yang dirancang oleh guru yang berisi scenario tahap demi tahap tentang kegiatan matematika yang dilakukanyadi kelas bersama siswa dalm satu kali tatap muka/pertemuan. Di dalam rencana pembelajaran berisi standar kompetensi, dan kompetensi dasar yang harus dijabarkan dalam indicator, materi pokok, kegiatan pembeljaran, sumber dan penilaian pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;lailatul badriyah dikdas PGMI&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-5856273571532152357?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/5856273571532152357/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=5856273571532152357' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/5856273571532152357'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/5856273571532152357'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2009/01/metode-pembelajaran-matematika.html' title='Metode pembelajaran matematika'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-4123112514093461273</id><published>2009-01-05T23:41:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T23:42:30.080-08:00</updated><title type='text'>ATTITUDE MATHEMATICAL</title><content type='html'>&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pada dasarnya kita ketahui bersama bahwa matematika senantiasa ada pada semua kurikulum sekolah. Entah itu tingkat Taman Kanak- kanak sampai tingkat Perguruan Tinggi, matematika senantiasa termasuk salah satu materi yang tercakup dalam kurikulum. Perlukah anak-anak kita di SD belajar matematika? Untuk apakah kita belajar matematika? Belajar matematika adalah sesuatu yang cukup. Ini merupakan suatu syarat kecukupan. Mengapa? Karena -ini untuk menjawab pertanyaan kedua- dengan belajar matematika, kita akan belajar bernalar secara kritis, kreatif dan aktif.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pendapat ini didukung pendapat dari Dudley di [1]. Sekaligus pada saat yang sama, kita akan mengamati keberdayaan matematika (power of mathematics) dan tentunya menumbuhkembangkan kemampuan learning to learn. Jadi, kecuali untuk mendapatkan daya matematika itu sendiri sebagai alat penyelesain permasalahan dalam kehidupan nyata, kita belajar matematika sebagai suatu wahana yang memfasilitasi kemampuan bernalar, berkomunikasi, dan peningkatan kepercayaan diri dalam bermatematika. Tentunya kemampuan bernalar yang dipunyai anak didik melalui proses belajar matematika itu akan meningkatkan pula kesiapannya untuk menjadi lifetime learner atau pelajar sepanjang hayat. Pendapat bahwa seseorang yang belajar matematika akan menjadi pelajar yang lebih baik bukanlah mitos. Pendapat ini didukung dengan fakta yang dikemukakan di [3] bahwa sebanyak 83 persen siswa yang belajar Geometri dan Aljabar di AS melanjutkan ke college. Ini jauh lebih tinggi dibanding siswa yang tidak belajar hal itu, yaitu hanya 36 persen yang melanjutkan ke college. Perbedaan di atas lebih mencengangkan lagi pada siswa dari keluarga berpenghasilan rendah. Ternyata, perbandingannya 71 persen lawan 27 persen. Dalam pelajaran matematika yang seharusnya kita belajar bernalar, telah diubah menjadi pelajaran menghafal. Sangat aneh jika pelajaran matematika diberikan dengan guru yang ceramah di depan kelas atau "berbicara" dengan papan tulisnya, sedangkan muridnya hanya mencatat. Lalu, murid itu akan menghafal semua yang dicatatnya. Dan, pada saat ulangan nanti, murid itu cukup "memuntahkan" kembali info yang dicatatnya atau ditelannya. Ini semua terjadi hampir di setiap kelas. Ini jelas mengasingkan aktivitas bermatematika yang benar dengan pelajaran matematika.&lt;br /&gt;commen laelatul badriyah dikdas PGMI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-4123112514093461273?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/4123112514093461273/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=4123112514093461273' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/4123112514093461273'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/4123112514093461273'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2009/01/attitude-mathematical.html' title='ATTITUDE MATHEMATICAL'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-6320343233849465200</id><published>2009-01-05T23:36:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T23:39:57.825-08:00</updated><title type='text'>IDENTIFIKASI PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA</title><content type='html'>&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: black;"&gt;How our views concerning achievement learn mathematics in SD?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: black;"&gt;The Achievement learn mathematics in SD can be seen from ability of child in study of mathematics by assessment result learn and assessment of student attitude in applying mathematics in everyday life. Result learn can be executed to pass test result of learning with system of smesteran of his one year, and existence of daily restating from every his interest. Other while, our which can see achievement learn student of SD at the moment can be told is because from early student have been inculcated with attitude of positive and like to mathematics.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin-left: 36pt; text-align: justify;"&gt;commen lailatul badriyah dikdas PGMI&lt;br /&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; color: black;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-6320343233849465200?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/6320343233849465200/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=6320343233849465200' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/6320343233849465200'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/6320343233849465200'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2009/01/identifikasi-prestasi-belajar.html' title='IDENTIFIKASI PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-4879043816442003887</id><published>2009-01-05T23:34:00.000-08:00</published><updated>2009-01-05T23:35:30.704-08:00</updated><title type='text'>Jawaban problem pembelajaran matematika</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;problem pembeljaran matematika&lt;br /&gt;1. manbagaimana cara berfikir matematika?&lt;br /&gt;Berfikir matematik merupakan kegiatan mental, yang dalam prosesnya selalu menggunakan abstraksi dan atau generalisasi. Abstraksi merupaka hal-hal yang sama dari sejumlah objek atau sitiasi yang beda. Suatu himpunan yang tersusun dari beberapa unsur yang kemudian dapat ditetapkan apakah suatu unsur itu menjadi anggota atau tidak menjadi angota dari himpunan itu. Jadi abstraksi menunjukkan pembentukan dari unsur ke himpunan. Sedangkan generalisasi menunjukan pembentukan dari himpunan ke himpunan. Dalam generalisasi terdapat dua macam yaitu geberalisasi sedemikian hingga himpunan yang pertama menjadi himpunan bagian dari himpunan yang kedua. Jadi apabila himpunan A menjadi himpunan B dapat dikatakan himpunan B merupakan generalisasi primitive dari himpunan A. sedangkan generalisasi yang kedua adalah generalisasi matetmatik. Suatu himpunan B adalah merupakan suatu generasisasi himpunan A, jika B memuat bayangan A untuk relasi yang ditetapkan. Jadi di sini himpunan A dan B mungkin saja masing-masing memuat unsur yang saling berbeda asalkan B memuat bayangan A&lt;br /&gt;2.      Bagaimana cara belajar yang efektif?&lt;br /&gt;Setiap orang pasti mempunyai cara atau gaya belajar yang berbeda-beda. Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Tujuh gaya belajar yang mungkin di terapkan pada peserta didik:&lt;br /&gt;1.      Belajar dengan kata-kata.&lt;br /&gt;Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.&lt;br /&gt;2.      Belajar dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau kesimpulan.&lt;br /&gt;3.      Belajar dengan gambar.&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.&lt;br /&gt;4.      Belajar dengan musik.&lt;br /&gt;Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimana lagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.&lt;br /&gt;5.      Belajar dengan bergerak.&lt;br /&gt;Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.&lt;br /&gt;6.      Belajar dengan bersosialisasi.&lt;br /&gt;Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.&lt;br /&gt;7.      Belajar dengan Kesendirian.&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;3.      Bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar siswa (siswa SD)?&lt;br /&gt;Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. - M. Sobry Sutikno -&lt;br /&gt;Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.&lt;br /&gt;Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.&lt;br /&gt;·         Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.&lt;br /&gt;·         Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.&lt;br /&gt;Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.&lt;br /&gt;Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.&lt;br /&gt;Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:&lt;br /&gt;1.      Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.&lt;br /&gt;2.      Hadiah&lt;br /&gt;3.      Saingan/kompetisi&lt;br /&gt;4.      Pujian&lt;br /&gt;5.      Hukuman&lt;br /&gt;6.      Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.&lt;br /&gt;7.      Membentuk kebiasaan belajar yang baik&lt;br /&gt;8.      Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok&lt;br /&gt;9.      Menggunakan metode yang bervariasi, dan&lt;br /&gt;10.  Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran&lt;br /&gt;4.      Bagaiman sumber belajar  matematika mengefektifkan pembelajaran siswa?&lt;br /&gt;Sumber belajar (learning resources) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu. Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:&lt;br /&gt;1.      Sumber belajar yang dirancang (learning resources by design), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.&lt;br /&gt;2.      Sumber belajar yang dimanfaatkan(learning resources by utilization), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran&lt;br /&gt;Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk: (1) pesan: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya (2) orang: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya; (3) bahan: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya; (4) alat/ perlengkapan: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya; (5) pendekatan/ metode/ teknik: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, talk shaw dan sejenisnya; dan (6) lingkungan: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.&lt;br /&gt;Prosedur merancang sumber belajar.Secara skematik, prosedur merancang sumber belajar dapat mengikuti alur sebagai berikut:&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan cara mengoptimalkan sumber belajar, Banyak orang beranggapan bahwa untuk menyediakan sumber belajar menuntut adanya biaya yang tinggi dan sulit untuk mendapatkannya, yang kadang-kadang ujung-ujungnya akan membebani orang tua siswa untuk mengeluarkan dana pendidikan yang lebih besar lagi. Padahal dengan berbekal kreativitas, guru dapat membuat dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah. Misalkan, bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan bahan bekas. Bahan bekas, yang banyak berserakan di sekolah dan rumah, seperti kertas, mainan, kotak pembungkus, bekas kemasan sering luput dari perhatian kita. Dengan sentuhan kreativitas, bahan-bahan bekas yang biasanya dibuang secara percuma dapat dimodifikasi dan didaur-ulang menjadi sumber belajar yang sangat berharga. Demikian pula, dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar tidak perlu harus pergi jauh dengan biaya yang mahal, lingkungan yang berdekatan dengan sekolah dan rumah pun dapat dioptimalkan menjadi sumber belajar yang sangat bernilai bagi kepentingan belajar siswa. Tidak sedikit sekolah-sekolah di kita yang memiliki halaman atau pekarangan yang cukup luas, namun keberadaannya seringkali ditelantarkan dan tidak terurus. Jika saja lahan-lahan tersebut dioptimalkan tidak mustahil akan menjadi sumber belajar yang sangat berharga.&lt;br /&gt;5.      Secara psikologis banyak siswa mengatakan matematika itu sulit, bagaimana cara mengatasi hal tersebut?&lt;br /&gt;Dengan cara menanamkan sikap positif terhadap belajar matematika.Siswa yang memiliki sikap positif terhadap matematika memiliki ciri antara lain terlihat sungguh-sungguh dalam belajar matematika, menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu, berpartisipasi aktif dalam diskusi, mengerjakan tugas-tugas pekerjaan rumah dengan tuntas, dan selesai pada waktunya.&lt;br /&gt;Dengan demikian, untuk menumbuhkan sikap positif terhadap matematika, perlu diperhatikan agar penyampaian matematika dapat menyenangkan, mudah dipahami, tidak menakutkan, dan tunjukkan bahwa matematika banyak kegunaannya. Oleh karena itu, materi harus dipilih dan disesuaikan dengan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual) dan tingkat kognitif siswa, dimulai dengan cara-cara informal melalui pemodelan sebelum dengan cara formal. Hal ini sesuai dengan karakteristik pendekatan matematika realistik.&lt;br /&gt;HARAPAN&lt;br /&gt;1.      Ingin menambah ilmu tentang pembelajaran matematiak baik di SD/PT&lt;br /&gt;2.      Dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada hubungannya dengan pembelajaran matematika di SD / PT&lt;br /&gt;3.      Dapat mengetahui metode-metode mengajar dari berbagai Negara&lt;br /&gt;4.      Meningkatkan pengetahuan tentang ilmu pembelajaran&lt;br /&gt;5.      Memahami filsafat penyelesaian masalah secara matematika&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-4879043816442003887?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/4879043816442003887/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=4879043816442003887' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/4879043816442003887'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/4879043816442003887'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2009/01/jawaban-problem-pembelajaran-matematika.html' title='Jawaban problem pembelajaran matematika'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-3609910865449262335</id><published>2009-01-05T23:22:00.001-08:00</published><updated>2009-01-05T23:29:00.860-08:00</updated><title type='text'>commen bagaimana diskusi matematik dengan siswa?</title><content type='html'>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;assalamu'alaikum Wr.Wb.&lt;br /&gt;idealnya memang diskusi dilakukan dengan cara yang seperti bapak utarakan, akan tetapi sering terjadi banyak diantara guru, mereka seolah-olah menjadi orang yang paling tahu. hal ini saya rasakan ketika saya belajar di bangku Mts dan MA. jika saja semua guru dapat memberikan kesempatan kepada muridnya untuk diskusi pada waktu itu mungkin akn lebih paham. akan tetapi sekarang zaman sudah berbeda dan dengan sistem kurikulum yang berbeda maka siswa diberi kebebasan untuk menyampaikan gagasan dan ide-idenya ketika proses pembelajaran.&lt;br /&gt;trimakasih bapak saya banyak belajar dari bapak.&lt;br /&gt;wassalamu'alaikum Wr.Wb&lt;br /&gt;lailatul badriyah Didkas PGMI&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-3609910865449262335?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/3609910865449262335/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=3609910865449262335' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/3609910865449262335'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/3609910865449262335'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2009/01/commen-bagaimana-diskusi-matematik.html' title='commen bagaimana diskusi matematik dengan siswa?'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-5435463631129187572</id><published>2008-12-14T19:43:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T20:44:36.512-08:00</updated><title type='text'>METODE MATEMATIKA</title><content type='html'>Mutually agree to that method study of mathematics is very important to solve internal issue study of mathematics. To finish the problem of people have to master things which have studied before all and later then used it in the new situation. In consequence, presented problem to educative participant have to according to ability and readiness of educative participant and also the process of him cannot finished with routine procedure. So the method study of mathematics can be adapted it.&lt;br /&gt;The teach mathematics Method  is the way or technical which arranged  systematically and logic. observed  from mathematics reality side and his psychology. the Solution of mathematics problem  always used  deductive method. Reasoning it is Common sense of is deductive- logic which on basically contain sentence " if...,then...".  a truth  mathematics developed best on logic reason . the Best model for the thing of mathematics  is logic to advantage of symbolic logic..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-5435463631129187572?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/5435463631129187572/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=5435463631129187572' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/5435463631129187572'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/5435463631129187572'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2008/12/metode-matematika.html' title='METODE MATEMATIKA'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-985097667249215988</id><published>2008-12-14T19:38:00.000-08:00</published><updated>2008-12-14T19:41:47.450-08:00</updated><title type='text'>PEER TEACHING</title><content type='html'>PEER TEACHING&lt;br /&gt;They affirmed the benefits of ‘Peer-teaching’ to autonomous attitude First, it encourages the learners to rely on each other. Second, learners can get feed back from peers. Finally, they have more time and chances to get involved in a task. Thus, learners should be given many more chances to ‘peer-work’ such as pair work or group work as possible. As far as we are exploring, there is a range of different reciprocal peer teaching activities to suit different course contexts and to foster different learning outcomes. The followings are typical types of peer teaching activities introduced by Anderson and Boud (1996: 52) in the writing “Role of peer teaching in university courses” (1996):&lt;br /&gt;Student-led workshops in which the students themselves are responsible for designing and conducting a workshop for their peers, thus learning about working as a member of a team as well as researching the content for the workshop.&lt;br /&gt;‘Learning exchanges’ or formal class presentations in which students learn about a topic directly from their peers whilst also learning from the experience of delivering their own presentations and receiving critical feedback.&lt;br /&gt;Seminar presentations in small groups or pairs following a completed shared project or assignment.&lt;br /&gt;Work-in-progress reports by individuals or groups working together on a project or assignment, followed by questions and discussion.&lt;br /&gt;Debriefing sessions following a field placement, industrial visit or work experience program.&lt;br /&gt;Peer feedback, whereby peers comment on each other’s assignments according to agreed criteria and the results discussed.&lt;br /&gt;Study groups, with or without staff facilitation, which meet inside or outside class on a regular basis either for specific tasks or as a learning support network.&lt;br /&gt;Learning partnerships between two students provide a means of encouraging a more collaborative approach to learning while offering personal support outside the classroom.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-985097667249215988?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/985097667249215988/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=985097667249215988' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/985097667249215988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/985097667249215988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2008/12/peer-teaching.html' title='PEER TEACHING'/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-8642081287803983427</id><published>2008-11-24T18:50:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T19:05:33.673-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:78%;" lang="SV" &gt;Identifikasi Problematika Pembelajaran Matematika di SD&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;Matematika merupakan sebagai ilmu yang bersifat abstrak. Amatematika adalah penelaah tentang apa yang benar mengenai keadaan pengandaian dari benda-benda, itulah saripati dan batasanya.Dengan demikian seringkali matematika disebut sebgai ilmu pasti, maka dalam pembelajaran matematika kepribadian siswa dapat terpengaruhi, seperti dalam perhitungan matematika yang pasti menunjukkan adanya penanaman pribadi siswa untyk berlaku jujur dalam memberikan suatu jawaban dan keputusan. Sebab jika tidak maka, hasil yang diperoleh salah dan akan berakibat fatal bagi keseluruhan jawaban dan keptusan karena tidak sesuai dengan fakta.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;Prestasi belajar matematika di SD dapat dilihat dari kemapuan anak dalam pembelajaran matematika dengan cara penilaian hasil belajar dan penilaian sikap siswa dalam mengimplemenatsikan matematika dalam kehidupan sehari-hari. Hasil belajar dapat dilaksanakan melalui tes hasil belajar dengan sistem smesteran dan satu tahunnya, dan adanya ulangan harian daari setiam kompetensinya. Sematara lain, yang dapat kita llihat prestari belajar siswa SD pada saat ini bisa dikatakan sedang karena dari awal siswa telah ditanamkan dengan sikap postif dan senang terhadap matematika.&lt;br /&gt;Ya, karena dalam pembelajaran matematika siswa ditegaskan dalam menyaelesaikan permasalahan matematika yang dikontekkan dengan kehidupan sehari-hari. Dengan seperti ini, maka siswa akan terbisa dalam menyelesaikan permasalahanya dalam kehidupan sehari-harinya. Matematka selalu ada dalam kehidupan seseorang, seperti operasi hitung bulangan setiap orang akan mendapatinya dalam kehidupannya.&lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:78%;" lang="SV" &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:78%;" lang="SV" &gt;pembelajaran matematika secara cepat dengan cara-cara yang cepat itu boleh-boleh saja digunakan, akan tetapi alangkah baik cara cepat itu tidak diajarkan pada kelas rendah yang akan mengetahui hasil akhir dari permasalahan matematika. Jika dalam pembelajaran yang biasanya sebaiknya menggunakan model dan cara yang rinci sehingga dapat memberikan pemahaman dan kepuasan dalam belajar. Dengan cara menerapkan pembelajaran yang menyenangkan dan aktif interaktif yang sesuai dengan karakter dan kemampuan siswa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Belajar dengan penemuan biasanya dengan ekspositori dalam kelompok-kelompok kecil, tetapi mengajar dengan metode penemuanndapat dilakukan dengan ekspositori, kelompok, dan sendiri-sendiri. Dalam metode ini hasil akhir yang harus ditemukan adalah siswa merupakan yang baru bagi dirinya, tetapi sudah diketahui oleh gurunya. Siswa harus mengumpulkan informasi tambahan, membuat hipotesis, dan mengujinya&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;                                    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;      &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:78%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:78%;" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:78%;" lang="SV" &gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal" style="text-align: justify; font-family: arial;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="text-align: justify; font-family: arial;font-family:arial;"&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:78%;"&gt;Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. - M. Sobry Sutikno -&lt;br /&gt;Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. &lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar. Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;            &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.&lt;br /&gt;Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.&lt;br /&gt;Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.&lt;br /&gt;&lt;st1:city st="on"&gt;&lt;st1:place st="on"&gt;Ada&lt;/st1:place&gt;&lt;/st1:city&gt; beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.&lt;br /&gt;Pada permulaan belajar mengajar seharusnya terlebih dahulu seorang guru menjelaskan mengenai Tujuan Instruksional Khusus yang akan dicapainya kepada siwa. Makin jelas tujuan maka makin besar pula motivasi dalam belajar.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Hadiah&lt;br /&gt;Berikan hadiah untuk siswa yang berprestasi. Hal ini akan memacu semangat mereka untuk bisa belajar lebih giat lagi. Di samping itu, siswa yang belum berprestasi akan termotivasi untuk bisa mengejar siswa yang berprestasi.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Saingan/kompetisi&lt;br /&gt;Guru berusaha mengadakan persaingan di antara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pujian&lt;br /&gt;Sudah sepantasnya siswa yang berprestasi untuk diberikan penghargaan atau pujian. Tentunya pujian yang bersifat membangun.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Hukuman&lt;br /&gt;Hukuman diberikan kepada siswa yang berbuat kesalahan saat proses belajar mengajar. Hukuman ini diberikan dengan harapan agar siswa tersebut mau merubah diri dan berusaha memacu motivasi belajarnya.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.Strateginya adalah dengan memberikan perhatian maksimal ke peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Membentuk kebiasaan belajar yang baik&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Menggunakan metode yang bervariasi, dan&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=";font-size:78%;color:black;"  lang="IN" &gt;Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran&lt;br /&gt;Mata pelajaran matematika pada satuan pendidikan SD/MI meliputi aspekaspek sebagai berikut&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:78%;color:black;"  &gt;: &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:78%;color:black;"  lang="IN" &gt;Bilangan&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:78%;color:black;"  &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:78%;color:black;"  lang="IN" &gt;Geometri dan pengukuran&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:78%;color:black;"  &gt;, &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:78%;color:black;"  lang="IN" &gt;Pengolahan data.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-size:78%;color:black;"  lang="IN" &gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;Sasaran yang dipelajari matematika SD&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;. &lt;/span&gt;&lt;span style="color: rgb(51, 51, 51);font-size:78%;" lang="SV" &gt;Matematika dibagi dalam tujuh bagian yaitu : aritmetika, geometri, astronomi, musik, hizab baqi (arte ponderum) dan mekanika. Oleh karena, matematika merupakan suatu pengetahuan, maka persoalanya ialah pengetahuan apa, apa yang menjadi pokok soal atau sasaran yang dipelajarinya.ternyata salah satu sasaran utama yang ditelaahnya adalah konsepsi tentang bilangan, bilangan dan ruang merupakan perumusan matematika dimasa lampau, besaran, keluasan, hubungan, pola, bentuk, dan struktur atau rakitan sebagai sasaran dari matematika modern. Yang didalammnya akan dibahas dengan berbagai cabang ilmu dari matematik mulai dari yang dasar sampai pada yang kompleks.( The Liang Gie:5)&lt;br /&gt;Jika dalam satu kelas terdiri dari berbagai macam kemampuan siswa yaitu siswa yang berkemampuan tinggi dan kemmaapuan rendah, maka dapat memfasilitasinya dengan menggunakan metode ceramah yang dikombinasikan dengan metode lainya seperti eksperimen dan demonstrasi untuk memperjelas bagi siswa yang lemah. Sedangkan pada proses pembelajaranya dapat pula di berikan latihan soal yang kemampaunaya berbeeda. Selain itu dapat pula dengan cara belajar pendampingan yang diterapkan pada kelompok lemah dan berusaha membuat pembelajaran yang menarik dan menyenangkan bagi para siswa semua.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="SV"  style="font-size:78%;"&gt;Dengan cara menanamkan sikap positif terhadap belajar matematika.Siswa yang memiliki sikap positif terhadap matematika memiliki ciri antara lain terlihat sungguh-sungguh dalam belajar matematika, menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu, berpartisipasi aktif dalam diskusi, mengerjakan tugas-tugas pekerjaan rumah dengan tuntas, dan selesai pada waktunya.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;Dengan demikian, untuk menumbuhkan sikap positif terhadap matematika, perlu diperhatikan agar penyampaian matematika dapat menyenangkan, mudah dipahami, tidak menakutkan, dan tunjukkan bahwa matematika banyak kegunaannya. &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;Oleh karena itu, materi harus dipilih dan disesuaikan dengan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual) dan tingkat kognitif siswa, dimulai dengan cara-cara informal melalui pemodelan sebelum dengan cara formal. Hal ini sesuai dengan karakteristik pendekatan matematika realistik.&lt;br /&gt;Dengan menerapkan pembelajaran yang sesuai dengan karakter dan kemmapuan siswa yang dikontekkan dengan kehidupan sehari-hari yang realistik. Dalam PMRI lebih menekan kana pada metode dan model pembelajaran pemecahan masalah dimana sisa dituntut untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapi dengan mencatri cara penyelesaianya sendiri tanpa ada arah dari guru sebelmnya. Materi pembagian pecahan dapat dilakasanakan dengan media yang sesuai dengan materi dan kondisi siswa.&lt;br /&gt;Efektivitas pembelajaran banyak bergantung kepada kesiapan dan cara belajar yang dilakukan oleh siswa itu sendiri, baik yang dilakukan secara mandiri maupun kelompok. Dalam hal ini, E. Mulyasa (2003) menekankan pentingnya upaya pengembangan aktivitas, kreativitas, dan motivasi siswa di dalam proses pembelajaran.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;Menurut Robert J Sternberg, seorang siswa dikatakan memiliki kreativitas di kelas manakala mereka senatiasa menunjukkan: (1) merasa penasaran dan memiliki rasa ingin tahu, mempertanyakan dan menantang serta tidak terpaku pada kaidah-kaidah yang ada; (2) memiliki kemampuan berfikir lateral dan mampu membuat hubungan-hubungan diluar hubungan yang lazim; (3) memimpikan tentang sesuatu, dapat membayangkan, melihat berbagai kemungkinan, bertanya “ apa jika seandanya” (&lt;em&gt;what if?&lt;/em&gt;), dan melihat sesuatu dari sudut pandang yang berbeda; (4) mengeksplorasi berbagai pemikiran dan pilihan, memainkan ideanya, mencobakan alternatif-alternatif dengan melalui pendekatan yang segar, memelihara pemikiran yang terbuka dan memodifikasi pemikirannya untuk memperoleh hasil yang kreatif; dan (5) merefleksi secara kritis atas setiap gagasan, tindakan dan hasil-hasil, meninjau ulang kemajuan yang telah dicapai, mengundang dan memanfaatkan umpan balik, mengkritik secara konstruktif dan dapat melakukan pengamatan secara cerdik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt; Kali ini yang daharapkan adalah siswa mempunyai kemampuan berfikir kreatif, yakni yang memiliki ciri yang sangat esensial dalam menentukan prestasi kreatif seseorang ialah: rasa ingin tahu, tertarik terhadap tugas-tugas majemuk yang dirasakan sebagai tantangan, berani mengambil resiko untuk membuat kesalahan atau untuk dikritik oleh orang lain, tidak mudah putus asa, menghargai keindahan, mempunyai rasa humor, ingin mencari pengalaman-pengalaman baru,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;  &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;dapat menghargai baik diri sendiri maupun orang lain, dan sebagainya&lt;br /&gt;Matematika sekolah adalah matematika yang dijarkan di sekolah, yaitu matematika yang dijarkan di sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah(SMU/SMK). Yang menunjukan yang dimaksud matematika dalam kurikulum pendidikan dasar (SD) dan pendidikan menengah (SMU/SMK), matemaika sekolah befungsi sebagai alat, pola fikir, dan ilmu pengetahuan. Ketiga fungsi matematika itu hendaknya dijadikan pegangan dalam pembelajaran matematika sekolah. Mempunyai tuan sebagai peran memberikan penekanan pada penataan nalar dan pembentukan sikap siswa.&lt;br /&gt;Matematika berasal dari bahasa latin &lt;i style=""&gt;manthanein&lt;/i&gt; atau &lt;i style=""&gt;mathema&lt;/i&gt; yang berarti belajar atau hal yang dipelajari. Matematika dalam bahasa Belanda disebut &lt;i style=""&gt;wiskunde&lt;/i&gt; atau ilmu pasti, yang kesemuanya berkaitan dengan penalaran. Ciri utama matematika adalah penalaran deduktif, yaitu kebenaran suatu konsep atau pernyataan diperoleh sebagai akibat logis dari kebenaran sebelumnya sehingga kaitan antar konsep atau pernyataan dalam matematika bersifat konsisten. Matematika berfungsi mengembangkan kemampuan menghitung, mengukur, menurunkan dan menggunakan rumus matematika yang diperlukan dalam kehidupan sehari-hari melalui materi pengukuran dan geometri, aljabar, peluang dan statistika, kalkulus dan trigonometri&lt;span style=""&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Matematika juga berfungsi mengembangkan kemampuan mengkomunikasikan gagasan melalui model matematika yang dapat berupa kalimat dan persamaan matematika, diagram, grafik atau tabel. Jadi perbedaan yang mendasar dari matematika sekolah dan matematika murni adalah objek kajian dan sasaran kurikulumnya.&lt;br /&gt;Berfikir matematik merupakan kegiatan mental yang dalam prosesnya selalu menggunakan abstraksi dan atau generalisasi. Abstraksi merupaka hal-hal yang sama dari sejumlah objek atau sitiasi yang beda. Suatu himpunan yang tersusun dari beberapa unsure yang kemudian dapat ditetapkan apakah suatu unsure itu menjadi anggota atau tidak menjadi angota dari himpunan itu. Jadi abstraksi menunjukkan pembentukan dari unsure ke himpunan. Sedangkan generalisasi menunjukan pembentukan dari himpunan ke himpunan. Dalam generalisasi terdapat dua macam yaitu geberalisasi sedemikian hingga himpunan yang pertama menjadi himpunan bagian dari himpunan yang kedua. Jadi apabila himpunan A menjadi himpunan B dapat dikatakan himpunan B merupakan generalisasi primitive dari himpunan A. sedangkan generalisasi yang kedua adalah generalisasimatetmatik. Suatu himpunan B adalah merupakan suatu generasisasi himpunan A, jika B memuat bayangan A untuk relasi yang ditetapkan. Jadi disini himpunan A dan B mungkin saja masing-masing memuat unsure yang saling berbeda asalkan B memuat bayangan A&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style="font-family: arial;font-family:arial;" class="MsoNormal" &gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-8642081287803983427?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/8642081287803983427/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=8642081287803983427' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/8642081287803983427'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/8642081287803983427'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2008/11/identifikasi-problematika-pembelajaran.html' title=''/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8524429589215937731.post-4973879682413519378</id><published>2008-11-24T18:09:00.000-08:00</published><updated>2008-11-24T19:13:30.228-08:00</updated><title type='text'></title><content type='html'>&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"  style="line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); text-align: justify;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;                                    &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"  style="margin-left: 2cm; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); text-align: left;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;                                      &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpMiddle"  style="margin-left: 18pt; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); text-align: left;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;                &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin-left: 17.85pt; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); text-align: left;font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" &gt;&lt;br /&gt;problem pembeljaran matematika&lt;br /&gt;1. manbagaimana cara berfikir matematika?&lt;br /&gt;Berfikir matematik merupakan kegiatan mental, yang dalam prosesnya selalu menggunakan abstraksi dan atau generalisasi. Abstraksi merupaka hal-hal yang sama dari sejumlah objek atau sitiasi yang beda. Suatu himpunan yang tersusun dari beberapa unsur yang kemudian dapat ditetapkan apakah suatu unsur itu menjadi anggota atau tidak menjadi angota dari himpunan itu. Jadi abstraksi menunjukkan pembentukan dari unsur ke himpunan. Sedangkan generalisasi menunjukan pembentukan dari himpunan ke himpunan. Dalam generalisasi terdapat dua macam yaitu geberalisasi sedemikian hingga himpunan yang pertama menjadi himpunan bagian dari himpunan yang kedua. Jadi apabila himpunan A menjadi himpunan B dapat dikatakan himpunan B merupakan generalisasi primitive dari himpunan A. sedangkan generalisasi yang kedua adalah generalisasi matetmatik. Suatu himpunan B adalah merupakan suatu generasisasi himpunan A, jika B memuat bayangan A untuk relasi yang ditetapkan. Jadi di sini himpunan A dan B mungkin saja masing-masing memuat unsur yang saling berbeda asalkan B memuat bayangan A&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bagaimana cara belajar yang efektif?&lt;br /&gt;Setiap orang pasti mempunyai cara atau gaya belajar yang berbeda-beda. Banyak gaya yang bisa dipilih untuk belajar secara efektif. Tujuh gaya belajar yang mungkin di terapkan pada peserta didik:&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Belajar dengan kata-kata.&lt;br /&gt;Gaya ini bisa kita mulai dengan mengajak seorang teman yang senang bermain dengan bahasa, seperti bercerita dan membaca serta menulis. Gaya belajar ini sangat menyenangkan karena bisa membantu kita mengingat nama, tempat, tanggal, dan hal-hal lainya dengan cara mendengar kemudian menyebutkannya.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Belajar dengan pertanyaan.&lt;br /&gt;Bagi sebagian orang, belajar makin efektif dan bermanfaat bila itu dilakukan dengan cara bermian dengan pertanyaan. Misalnya, kita memancing keinginan tahuan dengan berbagai pertanyaan. Setiap kali muncul jawaban, kejar dengan pertanyaan, hingga didapatkan hasil akhir atau kesimpulan.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Belajar dengan gambar.&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang lebih suka belajar dengan membuat gambar, merancang, melihat gambar, slide, video atau film. Orang yang memiliki kegemaran ini, biasa memiliki kepekaan tertentu dalam menangkap gambar atau warna, peka dalam membuat perubahan, merangkai dan membaca kartu.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Belajar dengan musik.&lt;br /&gt;Detak irama, nyanyian, dan mungkin memainkan salah satu instrumen musik, atau selalu mendengarkan musik. Ada banyak orang yang suka mengingat beragam informasi dengan cara mengingat notasi atau melodi musik. Ini yang disebut sebagai ritme hidup. Mereka berusaha mendapatkan informasi terbaru mengenai beragam hal dengan cara mengingat musik atau notasinya yang kemudian bisa membuatnya mencari informasi yang berkaitan dengan itu. Misalnya mendegarkan musik jazz, lalu tergeliik bagaimana lagu itu dibuat, siapa yang membuat, dimana, dan pada saat seperti apa lagu itu muncul. Informasi yang mengiringi lagu itu, bisa saja tak sebatas cerita tentang musik, tapi juga manusia, teknologi, dan situasi sosial politik pada kurun waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Belajar dengan bergerak.&lt;br /&gt;Gerak manusia, menyentuh sambil berbicara dan menggunakan tubuh untuk mengekspresikan gagasan adalah salah satu cara belajar yang menyenangkan. Mereka yang biasanya mudah memahami atau menyerap informasi dengan cara ini adalah kalangan penari, olahragawan. Jadi jika Anda termasuk kelompok yang aktif, tak salah mencoba belajar sambil tetap melakukan beragam aktivitas menyenangkan seperti menari atau berolahraga.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Belajar dengan bersosialisasi.&lt;br /&gt;Bergabung dan membaur dengan orang lain adalah cara terbaik mendapat informasi dan belajar secara cepat. Dengan berkumpul, kita bisa menyerap berbagai informasi terbaru secara cepat dan mudah memahaminya. Dan biasanya, informasi yang didapat dengan cara ini, akan lebih lama terekam dalam ingatan.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" &gt;Belajar dengan Kesendirian.&lt;br /&gt;Ada sebagian orang yang gemar melakukan segala sesuatunya, termasuk belajar dengan menyepi. Untuk mereka yang seperti ini, biasanya suka tempat yang tenang dan ruang yang terjaga privasinya. Jika Anda termasuk yang seperti ini, maka memiliki kamar pribadi akan sangat membantu Anda bisa belajar secara mandiri.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Bagaimana cara meningkatkan motivasi belajar siswa (siswa SD)?&lt;br /&gt;Pembelajaran efektif, bukan membuat Anda pusing, akan tetapi bagaimana tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan mudah dan menyenangkan. - M. Sobry Sutikno -&lt;br /&gt;Motivasi berpangkal dari kata motif yang dapat diartikan sebagai daya penggerak yang ada di dalam diri seseorang untuk melakukan aktivitas-aktivitas tertentu demi tercapainya suatu tujuan. Bahkan motif dapat diartikan sebagai suatu kondisi intern (kesiapsiagaan). Namun pada intinya bahwa motivasi merupakan kondisi psikologis yang mendorong seseorang untuk melakukan sesuatu. Dalam kegiatan belajar, motivasi dapat dikatakan sebagai keseluruhan daya penggerak di dalam diri siswa yang menimbulkan, menjamin kelangsungan dan memberikan arah kegiatan belajar, sehingga diharapkan tujuan dapat tercapai. Dalam kegiatan belajar, motivasi sangat diperlukan, sebab seseorang yang tidak mempunyai motivasi dalam belajar, tidak akan mungkin melakukan aktivitas belajar.&lt;br /&gt;Motivasi ada dua, yaitu motivasi Intrinsik dan motivasi ektrinsik.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Motivasi Intrinsik. Jenis motivasi ini timbul dari dalam diri individu sendiri tanpa ada paksaan dorongan orang lain, tetapi atas dasar kemauan sendiri.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;·&lt;span style=""&gt;         &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Motivasi Ekstrinsik. Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan keadaan demikian siswa mau melakukan sesuatu atau belajar.&lt;br /&gt;Bagi siswa yang selalu memperhatikan materi pelajaran yang diberikan, bukanlah masalah bagi guru. Karena di dalam diri siswa tersebut ada motivasi, yaitu motivasi intrinsik. Siswa yang demikian biasanya dengan kesadaran sendiri memperhatikan penjelasan guru. Rasa ingin tahunya lebih banyak terhadap materi pelajaran yang diberikan. Berbagai gangguan yang ada disekitarnya, kurang dapat mempengaruhinya agar memecahkan perhatiannya.&lt;br /&gt;Lain halnya bagi siswa yang tidak ada motivasi di dalam dirinya, maka motivasi ekstrinsik yang merupakan dorongan dari luar dirinya mutlak diperlukan. Di sini tugas guru adalah membangkitkan motivasi peserta didik sehingga ia mau melakukan belajar.&lt;br /&gt;Ada beberapa strategi yang bisa digunakan oleh guru untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Menjelaskan tujuan belajar ke peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Hadiah&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Saingan/kompetisi&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Pujian&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Hukuman&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;6.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Membangkitkan dorongan kepada anak didik untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;7.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Membentuk kebiasaan belajar yang baik&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;8.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Membantu kesulitan belajar anak didik secara individual maupun kelompok&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;9.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Menggunakan metode yang bervariasi, dan&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;10.&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" &gt;Menggunakan media yang baik dan sesuai dengan tujuan pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;Bagaiman sumber belajar &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;matematika mengefektifkan pembelajaran siswa?&lt;br /&gt;Sumber belajar (&lt;i&gt;learning resources&lt;/i&gt;) adalah semua sumber baik berupa data, orang dan wujud tertentu yang dapat digunakan oleh peserta didik dalam belajar, baik secara terpisah maupun secara terkombinasi sehingga mempermudah peserta didik dalam mencapai tujuan belajar atau mencapai kompetensi tertentu.&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;Secara garis besarnya, terdapat dua jenis sumber belajar yaitu:&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;Sumber belajar yang dirancang (&lt;i&gt;learning resources by design&lt;/i&gt;), yakni sumber belajar yang secara khusus dirancang atau dikembangkan sebagai komponen sistem instruksional untuk memberikan fasilitas belajar yang terarah dan bersifat formal.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;Sumber belajar yang dimanfaatkan(&lt;i&gt;learning resources by utilization&lt;/i&gt;), yaitu sumber belajar yang tidak didesain khusus untuk keperluan pembelajaran dan keberadaannya dapat ditemukan, diterapkan dan dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran&lt;br /&gt;Dari kedua macam sumber belajar, sumber-sumber belajar dapat berbentuk: (1) &lt;i&gt;pesan&lt;/i&gt;: informasi, bahan ajar; cerita rakyat, dongeng, hikayat, dan sebagainya (2) &lt;i&gt;orang&lt;/i&gt;: guru, instruktur, siswa, ahli, nara sumber, tokoh masyarakat, pimpinan lembaga, tokoh karier dan sebagainya; (3) &lt;i&gt;bahan&lt;/i&gt;: buku, transparansi, film, slides, gambar, grafik yang dirancang untuk pembelajaran, relief, candi, arca, komik, dan sebagainya; (4) &lt;i&gt;alat/ perlengkapan&lt;/i&gt;: perangkat keras, komputer, radio, televisi, VCD/DVD, kamera, papan tulis, generator, mesin, mobil, motor, alat listrik, obeng dan sebagainya; (5) &lt;i&gt;pendekatan/ metode/ teknik&lt;/i&gt;: disikusi, seminar, pemecahan masalah, simulasi, permainan, sarasehan, percakapan biasa, diskusi, debat, &lt;i&gt;talk shaw&lt;/i&gt; dan sejenisnya; dan (6) &lt;i&gt;lingkungan&lt;/i&gt;: ruang kelas, studio, perpustakaan, aula, teman, kebun, pasar, toko, museum, kantor dan sebagainya.&lt;br /&gt;Prosedur merancang sumber belajar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Secara skematik, prosedur merancang sumber belajar dapat mengikuti alur sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;a href="file:///D:/DOCUMENT/CAMPUR2/33/sumber%20belajar_files/sumber-belajar11"&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id="_x0000_t75" coordsize="21600,21600" spt="75" preferrelative="t" path="m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe" filled="f" stroked="f"&gt;  &lt;v:stroke joinstyle="miter"&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn="if lineDrawn pixelLineWidth 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 1 0"&gt;   &lt;v:f eqn="sum 0 0 @1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @2 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @3 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @0 0 1"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @6 1 2"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelWidth"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @8 21600 0"&gt;   &lt;v:f eqn="prod @7 21600 pixelHeight"&gt;   &lt;v:f eqn="sum @10 21600 0"&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok="f" gradientshapeok="t" connecttype="rect"&gt;  &lt;o:lock ext="edit" aspectratio="t"&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id="Picture_x0020_1" spid="_x0000_i1025" type="#_x0000_t75" href="file:///D:\DOCUMENT\CAMPUR2\33\sumber%20belajar_files\sumber-belajar11" style="'width:263.25pt;height:150pt;visibility:visible'" button="t"&gt;  &lt;v:imagedata src="file:///C:\DOCUME~1\pasca\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg" title="sumber-belajar11"&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=""&gt;&lt;img src="file:///C:/DOCUME%7E1/pasca/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg" shapes="Picture_x0020_1" border="0" height="200" width="351" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraph"  style="line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); text-align: left;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;            &lt;/div&gt;&lt;p class="MsoListParagraphCxSpLast"  style="text-indent: -18pt; line-height: normal; color: rgb(51, 51, 51); text-align: left;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dengan cara &lt;/span&gt;&lt;span lang="IN"  style="font-size:78%;"&gt;mengoptimalkan sumber belajar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;, &lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=";font-size:78%;" &gt;Banyak orang beranggapan bahwa untuk menyediakan sumber belajar menuntut adanya biaya yang tinggi dan sulit untuk mendapatkannya, yang kadang-kadang ujung-ujungnya akan membebani orang tua siswa untuk mengeluarkan dana pendidikan yang lebih besar lagi. Padahal dengan berbekal kreativitas, guru dapat membuat dan menyediakan sumber belajar yang sederhana dan murah. Misalkan, bagaimana guru dan siswa dapat memanfaatkan bahan bekas. Bahan bekas, yang banyak berserakan di sekolah dan rumah, seperti kertas, mainan, kotak pembungkus, bekas kemasan sering luput dari perhatian kita. Dengan sentuhan kreativitas, bahan-bahan bekas yang biasanya dibuang secara percuma dapat dimodifikasi dan didaur-ulang menjadi sumber belajar yang sangat berharga. Demikian pula, dalam memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar tidak perlu harus pergi jauh dengan biaya yang mahal, lingkungan yang berdekatan dengan sekolah dan rumah pun dapat dioptimalkan menjadi sumber belajar yang sangat bernilai bagi kepentingan belajar siswa. Tidak sedikit sekolah-sekolah di kita yang memiliki halaman atau pekarangan yang cukup luas, namun keberadaannya seringkali ditelantarkan dan tidak terurus. Jika saja lahan-lahan tersebut dioptimalkan tidak mustahil akan menjadi sumber belajar yang sangat berharga.&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Secara psikologis banyak siswa mengatakan matematika itu sulit, bagaimana cara mengatasi hal tersebut?&lt;br /&gt;Dengan cara menanamkan sikap positif terhadap belajar matematika.Siswa yang memiliki sikap positif terhadap matematika memiliki ciri antara lain terlihat sungguh-sungguh dalam belajar matematika, menyelesaikan tugas dengan baik dan tepat waktu, berpartisipasi aktif dalam diskusi, mengerjakan tugas-tugas pekerjaan rumah dengan tuntas, dan selesai pada waktunya.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dengan demikian, untuk menumbuhkan sikap positif terhadap matematika, perlu diperhatikan agar penyampaian matematika dapat menyenangkan, mudah dipahami, tidak menakutkan, dan tunjukkan bahwa matematika banyak kegunaannya. Oleh karena itu, materi harus dipilih dan disesuaikan dengan lingkungan yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari (kontekstual) dan tingkat kognitif siswa, dimulai dengan cara-cara informal melalui pemodelan sebelum dengan cara formal. Hal ini sesuai dengan karakteristik pendekatan matematika realistik.&lt;br /&gt;HARAPAN&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;1.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Ingin menambah ilmu tentang pembelajaran matematiak baik di SD/PT&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;2.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dapat menyelesaikan masalah-masalah yang ada hubungannya dengan pembelajaran matematika di SD / PT&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;3.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Dapat mengetahui metode-metode mengajar dari berbagai Negara&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;4.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Meningkatkan pengetahuan tentang ilmu pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;span style=""&gt;5.&lt;span style=""&gt;      &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Memahami filsafat penyelesaian masalah secara matematika&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8524429589215937731-4973879682413519378?l=lela-al-khowarizmi.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/feeds/4973879682413519378/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8524429589215937731&amp;postID=4973879682413519378' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/4973879682413519378'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8524429589215937731/posts/default/4973879682413519378'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://lela-al-khowarizmi.blogspot.com/2008/11/bagian-2-pengaturan-10.html' title=''/><author><name>Laelatul Badriyah S2 Dikdas PGMI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03424610594005927023</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='24' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/_YAFayXofxxE/SUXP4AUYzeI/AAAAAAAAAAk/eg1Wo6SKVy8/S220/lailandy_02.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
